BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, di antaranya
adalah melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan itu mutlak di perlukan
manusia dalam pengembangan diri untuk mencapai status manusia seutuhnya. Peningkatan
mutu pendidikan dengan adanya perubahan sikap (afektif), perubahan pengetahuan
(kognitif), dan perubahan kognitif (psikomotorik) pada diri siswa yang dulunya
terbatas sekarang menjadi berkembang.
Sekolah
Menengah Pertama (SMP) mempersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan
pendidikan ke pendidikan menengah (baik umum maupun kejuruan). Depdikbud. (1995
:3). “Isi kurikulum SMP merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran yang
memuat materi tentang ideologi (pendidikan umum), pengetahuan (pendidiakn
akademis), dan keterampilan”
Pendidikan
di SMP bertujuan untuk memberi bekal kemampuan dasar sebagai perluasan
pengetahuan yang diperoleh di SD, serta mempersiapkan peserta didik untuk
mengikuti pendidikan menengah. Sekolah sebagai salah satu proses pembelajaran
secara formal dituntut untuk melaksanakan proses belajar secara optimal utnuk
melahirkan anak didik yang berkualitas. Anak didik yang berkualitas ini adalah berasal
dari anak-anak yang mempunyai prestasi belajar yang baik di sekolah, dan merupakan
tujuan pendidikan yang utama, SMP merupakan salah satu jenis pendidikan yang di
dirikan pemerintah maupun swasta guna mempersiapkan sumber daya manusia yang
memiliki pengetahuan pendidikan dasar. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990.
Pasal 2 mengenai tujuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan sekolah
menengah atas menyatakan bahwa pendidikan menengah bertujuan :
1.
Meningkatkan pengetahuan siswa untuk
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
2.
Meningkatkan kemampuan siswa sebagai
anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan
sosial budaya dan alam sekitar.
Tujuan
pendidikan menurut peraturan pemerintah adalah meningkatkan pengetahuan guna
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, pengembangan diri serta meningkatkan
kemampuan dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat. Salah satu
pendidikan di sekolah yang memiliki peranan penting bagi peserta didik adalah
proses belajar. Proses belajar yang baik hendaknya di lakukan dengan rajin dan
tekun, belajar merupakan usaha sadar yang
di lakukan individu/kelompok untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan dalam interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku
dari proses belajar diharapkan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Prestasi
belajar seorang anak bukan semata-mata dari anak itu sendiri melainkan lingkungan yang sangat mempengaruhi berhasil
atau tidaknya seorang anak dalam belajar. Lingkungan yang di maksud bukan hanya
teman bermain atau keluarga, tetapi lingkungan dalam arti luas yaitu semua keadaan di luar diri anak.
Setiap anak mempunyai lingkungan yang di
hadapkan pada serangkaian tugas-tugas perkembangan yang harus di selesaikan
dengan baik agar dapat memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pada fase
berikutnya.
Menurut
Robert J. Hauighurt (dalam Dadang
Sulaeman 1995 : 13) bahwa: “Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang
muncul pada saat atau sekitar suatu periode tertentu dari kehidupan individu
yang jika berhasil akan memunculkan fase bahagia dan membawa kearah
keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, akan tetapi jika gagal
akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas
berikutnya”. maka dapat di simpulkan bahwa seorang individu dalam
perkembangannya sebagai remaja akan mencapai fase-fase sebagai remaja apa lagi
usia SMP adalah dimana seseorang individu dalam tahaf remja awal, disanalah
titik tolak seseorang mampu melewati tugas perkembangan atau tidak.
Pelayanan
bimbingan dan konseling di SMP meliputi bidang bimbingan pribadi, bidang
bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar, dan bidang bimbingan karier. Salah
satu bidang bimbingan membantu siswa mengembangan diri berkenaan dengan sikap
dan kebiasaan belajar baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan melanjutkan pendidikan pada
tingkat yang lebih tinggi adalah bidang bimbingan belajar.
Bimbingan
belajar adalah proses dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam
memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang
timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar disuatu institusi pendidikan
(Depdikbud, 1995 : 26).
Dari
pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu
bantuan yang diberikan pada siswa untuk mengatasi masalah-masalah dalam belajar
sehingga mendapatkan hasil yang baik. Layanan bimbingan dan konseling meliputi
layanan orientasi, layanan pembelajaran, layanan penempatan dan penyaluran,
layanan konseling individu, layanan konseling kelompok, layanan bimbingan kelompok, dan layanan
informasi, layanan mediasi dan layanan konsultasi. Salah satu layanan bimbingan
dan konseling yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap
dan kebiasaan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan belajar lainnya.
Tujuan
dari layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar adalah agar siswa mampu
menguasai pengetahuan dan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh dari
sekolah, sehingga dengan di berikannya layanan pembelajaran bidang bimbingan
belajar maka di harapkan siswa termotivasi dalam mencapai prestasi yang optimal
dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dilakukan di sekolah.
Pengenalan
gaya belajar sangat penting, baik bagi siswa maupun guru dengan mengenal gaya
belajar siswa akan mengetahui model belajar yang ia miliki, sehingga ia dapat
belajar dengan baik, bagi guru dengan
mengenal gaya belajar siswa maka dapat menerapkan teknik dan strategi yang
tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri yang berkaitan
dengan cara-cara belajar melalu gaya belajar ini. Hanya dengan penerapan gaya
belajar yang sesuai maka tingkat keberhasilannya dalam belajar lebih tinggi,
seseorang siswa juga harus memahami gaya belajarnya, dengan demikian ia telah
memiliki kemampuan mengenal dirinya yang lebih baik dan mengetahui
kebutuhannya. Dengan pengenalan gaya belajar oleh guru akan dapat memberikan
pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya di sediakan dan di
lakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.
“Gaya belajar dapat di
definisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat
penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang
memiliki gaya belajar masing-masing”(http://meylina:naini.biogspot.com/2010/05/jenis-jenis-gaya
belajar.html).
Berdasarkan
ungkapan di atas, pihak sekolah swasta, negeri baik yang di kota maupun di desa,
harus memberikan layanan pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh
keterampilan dan mengembangkan belajar dengan baik. Meskipun demikian masih
banyak permasalahan yang di hadapi siswa yang berkenaan dengan kebiasaan
belajarnya yang tergolong masih belum efektif, misalnya belajar asal belajar,
belajar tanpa persiapan, pasif akan kegiatan kelas, baru belajar pada saat akan
ujian atau ulangan saja, serta tidak mempunyai motivasi yang tinggi untuk
belajar. Hal ini dapat ditujukan oleh perbedaan nilai prestasi masing-masing
siswa, ada yang diatas rata-rata kelas, bahkan ada yang yang di bawah rata-rata
kelas.
Kenyataan
di atas mendorong peneliti untuk memberikan layanan pembelajaran bidang
bimbingan belajar guna membuktikan efektivitas layanan pembelajaran di bidang
bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Layanan
pembelajaran di berikan kepada siswa agar dapat membantu siswa mengembangkan
gaya belajar yang baik untuk mengenal pengetahuan dan
keterampilan serta menyiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat
yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Atas.
Berdasarkan pra
survei yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, masih ditemukan kenyataannya dilapangan berbeda dengan harapan di atas. diantara hal tersebut dapat dilihat
masih ada siswa yang belum mampu mengembangkan gaya belajar yang baik, sehingga masih banyak siswa tidak
bisa mengetahui cara belajar yang ia miliki yang berakibat kesulitannya siswa
tersebut dalam mencapai prestasi belajar yang optimal, contohnya siswa yang
belajar pasif yaitu tidak kreatif dalam belajar misalnya tidak mau mencatat,
mendengarkan guru menjelaskan atau bahkan bertanya kepada teman ataupun guru,
belajar hanya saat diperintahkan oleh guru ataupun saat dibeikan tugas serta
saat akan menghadapi ulangan saja.
Berdasarkan kenyataan yang
di temukan, peneliti
tertarik untuk melakukan suatu penelitian terhadap
pengembangan gaya belajar lewat layanan pembelajaran di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
ketertarikan penulis juga dikarenakan sekolah tersebut adalah salah satu
sekolah yang memiliki potensi untuk berkembang dengan lebih baik, baik itu
secara akademik maupun non akademik, karena mengingat sekolah terletak di
tengah kota yang tentunya memiliki bermacam-macam
kultur budaya yang berbeda sehingga menjadikan situasi yang heterogen dalam
perkembangannya baik secara positif maupun negatif.
B.
Masalah
Penelitian
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini
adalah “Bagaimanakah Layanan Pembelajaran oleh guru pembimbing untuk
mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?”.
Masalah
umum tersebut di atas di jabarkan menjadi beberapa sub masalah yaitu :
1. Bagaimana
langkah-langkah kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
2. Bagaimana
bentuk-bentuk layanan pembelajaran oleh guru pembimbing dalam mengembangkan gaya
belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
3. Bagaimana
materi yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
4. Bagaimana
metode yang digunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
5. Bagaimana
hambatan yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
6. Bagaiman
upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
C.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah dan sub masalah tersebut di atas maka tujuan penelitian untuk
mendapatkan informasi secara jelas tentang “Bagaimana layanan pembelajaran oleh
guru pembimbing untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah
2 Pontianak.” Secara khusus penelitian ini bertujuan mengetahui :
1. Langkah-langkah
kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya
belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
2. Bentuk
layanan pembelajaran oleh guru pembimbing dalam untuk mengebangkan gaya belajar
pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
3. Materi
apa saja yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
4. Metode
yang di gunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk menegmbangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah
2 Pontianak.
5. Hambatan
yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk menegmbangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
6. Upaya
yang di lakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengebangkan
gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
D.
Manfaat
Penelitian
1. Manfaat
Teoritis
Hasil
penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang
berfungsi untuk mengembangkan gaya belajar
2. Manfaat
praktis bagi :
a. Siswa
Hasil penelitian ini di harapkan
bermanfaat bagi siswa yang belum dapat mengembangkan gaya belajarnya, dengan
layanan pembelajaran ini, siswa di harapkan mampu mengembangkan gaya belajar
dengan baik.
b. Guru
pembimbing
Hasil penelitian ini dapat
di jadikan bahan masukan serta mengupayakan solusi berupa evaluasi dan motivasi
belajar terhadap permasalahan tentang gaya belajar yang di hadap oleh siswa.
c. Guru
mata pelajaran
Hasil penelitian ini dapat
di jadikan sumber referensi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
d. Orang
tua
Hasil penelitian dapat
memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan pengawasan, bimbingan serta usaha
pendekatan personal pada anak agar gaya belajar anaknya dapat diketahui sebaik
mungkin
e. Kepala
Sekolah
1. Agar di jadikan sumber referensi untuk
meningkatkan kinerja bimbingan dan konseling di sekolah dalam dalam usaha untuk
meningkatkan potensi siswa.
2. Dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan
kualitas sekolah terutama bagi kebijakan yang akan diambil oleh kepala sekolah
untuk meningkatkan bimbingan dan konseling.
E.
Ruang
Lingkup Penelitian
1. Variabel
Penelitian
Variabel
dapat di artikan sebagai suatu konsep yang memiliki nilai ganda, atau dengan
kata lain suatu faktor yang diukur dengan menghasilkan skor yang bervariasi dan
merupakan gejala yang menjadi objek penelitian.
Menurut
Suharsimi Arikunto (1991 : 91) mengatakan “Variabel adalah objek penelitian
atau apa yang menjadi titik penelitian”. Sedangkan menurut Hadari Nawawi (1985
: 50) mengatakan “Variabel adalah sejumlah gejala atau fakta (unsur) yang
menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala, faktor atau unsur lain,
yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua disebut
variabel.”
Berdasarkan
kedua pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa variabel adalah segala
sesuatu yang akan menjadi pengamatan penelitian dan di uji kebenarannyan secara
empirik. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah “Layanan pembelajaran oleh
guru pembimbing untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa.” Dengan
aspek-aspek sebagai berikut :
1. Langkah-langkah
kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya
belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Perencanaan
kegiatan layanan
b. Pelaksanaan
kegiatan layanan
c. Evaluasi
kegiatan layanan
d. Tindak lanjut kegiatan layanan
2. Bentuk
kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya
belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Pertemuan
klasikal
b. Pertemuan
kelompok
c. Pertemuan
individu
3. Materi
yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Pemahaman
diri
b. Mengenal
dan Memahami Gaya Belajar
c. Pengembangan
Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
4. Metode
yang di gunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Metode
ceramah
b. Metode
tanya jawab
c. Metode
diskusi
5. Hambatan
yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Hambatan
internal
b. Hambatan
eksternal
6. Upaya
yang di lakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a. Mengatasi
hambatan internal
b. Mengatasi
hambatan eksternal
2.
Defenisi
Operasional
Dalam
penelitian ini ada beberapa istilah dalam variabel yang di pergunakan, istilah
itu perlu di berikan defenisi agar tidak terjadi kesalahan ketika menelaah
penelitian ini. Adapun istilah yang perlu diberikan defenisi secara operasional
adalah sebagai berikut :
a. Layanan
pembelajaran dalam penelitian ini adalah layanan yang di berikan guru
pembimbing kepada siswa untuk dapat mengembangkan diri berkenaan dengan sikap
dan kebiasaan belajar yang baik.
b. Gaya
belajar siswa dalam penelitian ini adalah mengoptimalkan cara belajar siswa
agar sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri adapun gaya belajar itu adalah gaya
belajar visual (penglihatan), gaya belajar auditorial (pendengaran), gaya belajar
kinestetik ( gerakan ), sehingga cara belajar yang siswa terapkan bermanfaat.
c. Langkah-langkah
kegiatan guru pembimbing dalam meningkatkan gaya belajar siswa yaitu
tahap-tahap yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam pelaksanaan layanan
pembelajaran untuk
mengembangkan gaya
belajar siswa, langkah-langkah ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,
dan tindak lanjut.
d. Bentuk
kegiatan guru pembimbing dalam meningkatkan gaya belajar siswa dalam penelitian
ini yaitu aktivitas-aktivitas yang di lakukan oleh guru pembimbing dalam
layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar siswa, kegiatan ini
meliputi: pertemuan klasik, layanan kelompok, layanan individu.
e.
Materi dalam meningkatkan
gaya belajar siswa yang di sampaikan dalam penelitian ini adalah bahan-bahan
yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pemebelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar siswa, materi yang perlu di sampaikan antara lain, pemahaman
diri, mengenal dan memahami gaya belajar, pengembangan sikap dan kebiasaan
belajar yang baik
f.
Metode dalam meningkatkan
gaya belajar siswa adalah cara, teknik, maupun strategi yang digunakan oleh
guru pembimbing dalam pelaksanaan layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya
belajar. Metode yang dapat digunakan meliputi : metode ceramah, metode tanya
jawab, metode diskusi.
g.
Hambatan guru pembimbing
dalam meningkatkan gaya belajar siswa yang di maksudkan adalah kendala-kendala
yang di hadapi oleh guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar. Kendala-kendala tersebut dapat berupa hambatan
internal dan hambatan eksternal
h.
Upaya yang di maksudkan dalam
penelitian ini adalah usaha-usaha yang di tempuh untuk mengatasi hambatan yang
di temukan oleh guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan
gaya belajar, upaya tersebut adalah untuk mengatasi hambatan internal, dan
hambatan eksternal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar