Minggu, 03 Desember 2017

LAYANAN PEMBELAJARAN OLEH GURU PEMBIMBING UNTUK MENGEMBANGKAN GAYA BELAJAR


BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, di antaranya adalah melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan itu mutlak di perlukan manusia dalam pengembangan diri untuk mencapai status manusia seutuhnya. Peningkatan mutu pendidikan dengan adanya perubahan sikap (afektif), perubahan pengetahuan (kognitif), dan perubahan kognitif (psikomotorik) pada diri siswa yang dulunya terbatas sekarang menjadi berkembang.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) mempersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke pendidikan menengah (baik umum maupun kejuruan). Depdikbud. (1995 :3). “Isi kurikulum SMP merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran yang memuat materi tentang ideologi (pendidikan umum), pengetahuan (pendidiakn akademis), dan keterampilan”
Pendidikan di SMP bertujuan untuk memberi bekal kemampuan dasar sebagai perluasan pengetahuan yang diperoleh di SD, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Sekolah sebagai salah satu proses pembelajaran secara formal dituntut untuk melaksanakan proses belajar secara optimal utnuk melahirkan anak didik yang berkualitas. Anak didik yang berkualitas ini adalah berasal dari anak-anak yang mempunyai prestasi belajar yang baik di sekolah, dan merupakan tujuan pendidikan yang utama, SMP merupakan salah satu jenis pendidikan yang di dirikan pemerintah maupun swasta guna mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan pendidikan dasar. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990. Pasal 2 mengenai tujuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan sekolah menengah atas menyatakan bahwa pendidikan menengah bertujuan :
1.    Meningkatkan pengetahuan siswa untuk pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
2.    Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitar.

Tujuan pendidikan menurut peraturan pemerintah adalah meningkatkan pengetahuan guna melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, pengembangan diri serta meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat. Salah satu pendidikan di sekolah yang memiliki peranan penting bagi peserta didik adalah proses belajar. Proses belajar yang baik hendaknya di lakukan dengan rajin dan tekun, belajar merupakan usaha sadar  yang di lakukan individu/kelompok untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan dalam interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku dari proses belajar diharapkan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Prestasi belajar seorang anak bukan semata-mata dari anak itu sendiri melainkan  lingkungan yang sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya seorang anak dalam belajar. Lingkungan yang di maksud bukan hanya teman bermain atau keluarga, tetapi lingkungan  dalam  arti  luas yaitu semua keadaan di luar diri anak. Setiap anak mempunyai lingkungan  yang di hadapkan pada serangkaian tugas-tugas perkembangan yang harus di selesaikan dengan baik agar dapat memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pada fase berikutnya.
Menurut Robert J. Hauighurt  (dalam Dadang Sulaeman 1995 : 13) bahwa: “Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau sekitar suatu periode tertentu dari kehidupan individu yang jika berhasil akan memunculkan fase bahagia dan membawa kearah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, akan tetapi jika gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya”. maka dapat di simpulkan bahwa seorang individu dalam perkembangannya sebagai remaja akan mencapai fase-fase sebagai remaja apa lagi usia SMP adalah dimana seseorang individu dalam tahaf remja awal, disanalah titik tolak seseorang mampu melewati tugas perkembangan atau tidak.
Pelayanan bimbingan dan konseling di SMP meliputi bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar, dan bidang bimbingan karier. Salah satu bidang bimbingan membantu siswa mengembangan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan  serta menyiapkan melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi adalah bidang bimbingan belajar.
Bimbingan belajar adalah proses dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar disuatu institusi pendidikan (Depdikbud, 1995 : 26).
Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu bantuan yang diberikan pada siswa untuk mengatasi masalah-masalah dalam belajar sehingga mendapatkan hasil yang baik. Layanan bimbingan dan konseling meliputi layanan orientasi, layanan pembelajaran, layanan penempatan dan penyaluran, layanan konseling individu, layanan konseling kelompok,  layanan bimbingan kelompok, dan layanan informasi, layanan mediasi dan layanan konsultasi. Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan belajar lainnya.
Tujuan dari layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar adalah agar siswa mampu menguasai pengetahuan dan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh dari sekolah, sehingga dengan di berikannya layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar maka di harapkan siswa termotivasi dalam mencapai prestasi yang optimal dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dilakukan di sekolah.
Pengenalan gaya belajar sangat penting, baik bagi siswa maupun guru dengan mengenal gaya belajar siswa akan mengetahui model belajar yang ia miliki, sehingga ia dapat belajar dengan baik, bagi  guru dengan mengenal gaya belajar siswa maka dapat menerapkan teknik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri yang berkaitan dengan cara-cara belajar melalu gaya belajar ini. Hanya dengan penerapan gaya belajar yang sesuai maka tingkat keberhasilannya dalam belajar lebih tinggi, seseorang siswa juga harus memahami gaya belajarnya, dengan demikian ia telah memiliki kemampuan mengenal dirinya yang lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Dengan pengenalan gaya belajar oleh guru akan dapat memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya di sediakan dan di lakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.
“Gaya belajar dapat di definisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing”(http://meylina:naini.biogspot.com/2010/05/jenis-jenis-gaya belajar.html).
Berdasarkan ungkapan di atas, pihak sekolah swasta, negeri baik yang di kota maupun di desa, harus memberikan layanan pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh keterampilan dan mengembangkan belajar dengan baik. Meskipun demikian masih banyak permasalahan yang di hadapi siswa yang berkenaan dengan kebiasaan belajarnya yang tergolong masih belum efektif, misalnya belajar asal belajar, belajar tanpa persiapan, pasif akan kegiatan kelas, baru belajar pada saat akan ujian atau ulangan saja, serta tidak mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Hal ini dapat ditujukan oleh perbedaan nilai prestasi masing-masing siswa, ada yang diatas rata-rata kelas, bahkan ada yang yang di bawah rata-rata kelas.
Kenyataan di atas mendorong peneliti untuk memberikan layanan pembelajaran bidang bimbingan belajar guna membuktikan efektivitas layanan pembelajaran di bidang bimbingan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Layanan pembelajaran di berikan kepada siswa agar dapat membantu siswa mengembangkan gaya  belajar  yang baik untuk mengenal pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Atas.
Berdasarkan pra survei yang dilakukan  di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, masih ditemukan kenyataannya  dilapangan berbeda dengan harapan di atas. diantara hal tersebut dapat dilihat masih ada siswa yang belum mampu mengembangkan gaya belajar  yang baik, sehingga masih banyak siswa tidak bisa mengetahui cara belajar yang ia miliki yang berakibat kesulitannya siswa tersebut dalam mencapai prestasi belajar yang optimal, contohnya siswa yang belajar pasif yaitu tidak kreatif dalam belajar misalnya tidak mau mencatat, mendengarkan guru menjelaskan atau bahkan bertanya kepada teman ataupun guru, belajar hanya saat diperintahkan oleh guru ataupun saat dibeikan tugas serta saat akan menghadapi ulangan saja.
Berdasarkan  kenyataan yang  di temukan, peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian terhadap pengembangan gaya belajar lewat layanan pembelajaran di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. ketertarikan penulis juga dikarenakan sekolah tersebut adalah salah satu sekolah yang memiliki potensi untuk berkembang dengan lebih baik, baik itu secara akademik maupun non akademik, karena mengingat sekolah terletak di tengah kota yang tentunya  memiliki bermacam-macam kultur budaya yang berbeda sehingga menjadikan situasi yang heterogen dalam perkembangannya baik secara positif maupun negatif.
B.     Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Layanan Pembelajaran oleh guru pembimbing untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?”.
Masalah umum tersebut di atas di jabarkan menjadi beberapa sub masalah yaitu :
1.      Bagaimana langkah-langkah kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
2.      Bagaimana bentuk-bentuk layanan pembelajaran oleh guru pembimbing dalam mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
3.      Bagaimana materi yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
4.      Bagaimana metode yang digunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
5.      Bagaimana hambatan yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
6.      Bagaiman upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX  SMP Muhammadiyah 2 Pontianak ?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan sub masalah tersebut di atas maka tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi secara jelas tentang “Bagaimana layanan pembelajaran oleh guru pembimbing untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.” Secara khusus penelitian ini bertujuan mengetahui :
1.      Langkah-langkah kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
2.      Bentuk layanan pembelajaran oleh guru pembimbing dalam untuk mengebangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
3.      Materi apa saja yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
4.      Metode yang di gunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk menegmbangkan gaya belajar  pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
5.      Hambatan yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk menegmbangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
6.      Upaya yang di lakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengebangkan gaya belajar pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Pontianak.
D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang berfungsi untuk mengembangkan gaya belajar
2.      Manfaat praktis bagi :
a.       Siswa
Hasil penelitian ini di harapkan bermanfaat bagi siswa yang belum dapat mengembangkan gaya belajarnya, dengan layanan pembelajaran ini, siswa di harapkan mampu mengembangkan gaya belajar dengan baik.

b.      Guru pembimbing
Hasil penelitian ini dapat di jadikan bahan masukan serta mengupayakan solusi berupa evaluasi dan motivasi belajar terhadap permasalahan tentang gaya belajar yang di hadap oleh siswa.
c.       Guru mata pelajaran
Hasil penelitian ini dapat di jadikan sumber referensi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
d.      Orang tua
Hasil penelitian dapat memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan pengawasan, bimbingan serta usaha pendekatan personal pada anak agar gaya belajar anaknya dapat diketahui sebaik mungkin
e.       Kepala Sekolah
1.  Agar di jadikan sumber referensi untuk meningkatkan kinerja bimbingan dan konseling di sekolah dalam dalam usaha untuk meningkatkan potensi siswa.
2.  Dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sekolah terutama bagi kebijakan yang akan diambil oleh kepala sekolah untuk meningkatkan bimbingan dan konseling.

E.     Ruang Lingkup Penelitian
1.      Variabel Penelitian
Variabel dapat di artikan sebagai suatu konsep yang memiliki nilai ganda, atau dengan kata lain suatu faktor yang diukur dengan menghasilkan skor yang bervariasi dan merupakan gejala yang menjadi objek penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto (1991 : 91) mengatakan “Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik penelitian”. Sedangkan menurut Hadari Nawawi (1985 : 50) mengatakan “Variabel adalah sejumlah gejala atau fakta (unsur) yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala, faktor atau unsur lain, yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua disebut variabel.”
Berdasarkan kedua pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi pengamatan penelitian dan di uji kebenarannyan secara empirik. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah “Layanan pembelajaran oleh guru pembimbing untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa.” Dengan aspek-aspek sebagai berikut :
1.      Langkah-langkah kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Perencanaan kegiatan layanan
b.      Pelaksanaan kegiatan layanan
c.       Evaluasi kegiatan layanan
d.       Tindak lanjut kegiatan layanan
2.      Bentuk kegiatan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Pertemuan klasikal
b.      Pertemuan kelompok
c.       Pertemuan individu
3.      Materi yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Pemahaman diri
b.      Mengenal dan Memahami Gaya Belajar
c.       Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
4.      Metode yang di gunakan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Metode ceramah
b.      Metode tanya jawab
c.       Metode diskusi
5.      Hambatan yang di hadapi guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Hambatan internal
b.      Hambatan eksternal
                                      
6.      Upaya yang di lakukan guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar pada siswa, dengan indikator :
a.       Mengatasi hambatan internal
b.      Mengatasi hambatan eksternal
2.      Defenisi Operasional
Dalam penelitian ini ada beberapa istilah dalam variabel yang di pergunakan, istilah itu perlu di berikan defenisi agar tidak terjadi kesalahan ketika menelaah penelitian ini. Adapun istilah yang perlu diberikan defenisi secara operasional adalah sebagai berikut :
a.       Layanan pembelajaran dalam penelitian ini adalah layanan yang di berikan guru pembimbing kepada siswa untuk dapat mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.
b.      Gaya belajar siswa dalam penelitian ini adalah mengoptimalkan cara belajar siswa agar sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri adapun gaya belajar itu adalah gaya belajar visual (penglihatan), gaya belajar auditorial (pendengaran), gaya belajar kinestetik ( gerakan ), sehingga cara belajar yang siswa terapkan bermanfaat.
c.       Langkah-langkah kegiatan guru pembimbing dalam meningkatkan gaya belajar siswa yaitu tahap-tahap yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam pelaksanaan layanan pembelajaran untuk
mengembangkan gaya belajar siswa, langkah-langkah ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
d.      Bentuk kegiatan guru pembimbing dalam meningkatkan gaya belajar siswa dalam penelitian ini yaitu aktivitas-aktivitas yang di lakukan oleh guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar siswa, kegiatan ini meliputi: pertemuan klasik, layanan kelompok, layanan individu.
e.         Materi dalam meningkatkan gaya belajar siswa yang di sampaikan dalam penelitian ini adalah bahan-bahan yang di sampaikan guru pembimbing dalam layanan pemebelajaran untuk mengembangkan gaya belajar siswa, materi yang perlu di sampaikan antara lain, pemahaman diri, mengenal dan memahami gaya belajar, pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik
f.          Metode dalam meningkatkan gaya belajar siswa adalah cara, teknik, maupun strategi yang digunakan oleh guru pembimbing dalam pelaksanaan layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar. Metode yang dapat digunakan meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi.
g.        Hambatan guru pembimbing dalam meningkatkan gaya belajar siswa yang di maksudkan adalah kendala-kendala yang di hadapi oleh guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar. Kendala-kendala tersebut dapat berupa hambatan internal dan hambatan eksternal

h.        Upaya yang di maksudkan dalam penelitian ini adalah usaha-usaha yang di tempuh untuk mengatasi hambatan yang di temukan oleh guru pembimbing dalam layanan pembelajaran untuk mengembangkan gaya belajar, upaya tersebut adalah untuk mengatasi hambatan internal, dan hambatan eksternal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar