BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu
negara untuk menjadi negara maju, kuat, makmur dan sejahtera.Upaya peningkatan
kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa.Menurut
Mulyasa (2006:3)“ Setidaknya terdapat tiga
syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat
berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yakni:
(1) sarana gedung (2) buku yang berkualitas (3) guru dan tenaga kependidikan yang yang profesional ”.
Tanggungjawab pendidikan
yang paling mendasar adalah mempersiapkan peserta
didik menjadi subyek yang makin berperan dalam menampilkan dirinya yang
tangguh, kreatif, mandiri dan profesional dalam bidangnya.Theo Riyanto
(2002:46) mengatakan “Pendidikan merupakan proses tindakan
bimbingan dan pertolongan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta
didik.Pendidikan mengusahakan pembinaan pribadi manusia sampai pada tujuan
akhirnya yaitu kebahagiaan dan sekaligus berguna bagi masyarakat. Maka kegiatan pendidikan yang benar adalah
pembinaan kepribadian manusia untuk mampu membina hubungan yang harmonis dengan
Tuhan dan diri sendiri, serta sekaligus untuk kepentingan masyarakat, hubungan
dengan keluarga, masyarakat, dan alam
sekitar”.
Tujuan Pendidikan tidak hanya sekedar memonitor peserta didik apakah
mereka bertingkah laku seperti yang diajarkan pendidik atau tidak. Pendidikan
yang efektif menuntut pendidik sebagai pribadi yang berfungsi optimal, mampu
menciptakan relasi pribadi yang bersifat mendidik sehingga peserta didik mampu
menumbuh kembangkan dirinya secara utuh . Agar tumbuh peserta didik yang
tangguh dan mandiri , maka di perlukan sebuah sekolah yang berkualitas dengan guru
yang profesional pula. Setiap guru
atau wali kelas mempunyai tugas sebagai middle manager atau administrator
kelas. Oleh karena itu guru memegang posisi dan peranan yang penting, karena
memikul tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing, yang
berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan sekolah secara keseluruhan. Setiap
siswa dan guru yang menjadi komponen penggerak aktivitas kelas harus didayagunakan
secara maksimal agar sebagai satu kesatuan terarah dalam pencapaian tujuan
sekolah. Dr. Martinis Yamin, M.Pd
(2011:1) mengatakan “ Guru mengemban tugas utamanya
adalah mendidik dan membimbing peserta didik untuk belajar mengembangkan
dirinya”.
Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap
keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan
dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya
secara optimal. Di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu
kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada
hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di
sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran,
kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan
secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum
pengajaran dilaksanakan.
Pengelolaan kelas tidak hanya berupa pengaturan
kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan
untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses
belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi
penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok
yang produktif.
Di
kelaslah segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan
segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat
individualnya, Kurikulum dengan segala
komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu , berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil
dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di
kelas. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan baik, profesional, dan harus terus-menerus.
Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari
ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu
berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok
belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya
dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Kelas selalu dinamis
dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional siswa.
Pengelolaan kelas dapat di artikan sebagai
suatu usaha yang harus di lakukan oleh guru atau wali kelas dalam upaya untuk
menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang optimal bagi berlangsungnya
proses belajar mengajar dengan mendayagunakan kelas berupa guru, murid dan
fasilitas secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Fathurrohman dan sutikno (2007:104)
mengatakan bahwa “ Pengelolaan kelas merupakan usaha yang dengan sengaja di
lakukan oleh guru agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien guna
mencapai tujuan pembelajaran”.
Salah satu usaha guru dalam
pengelolaan kelas adalah memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik
untuk belajar. Oleh karena itu kelas harus dikelola dengan
sebaik-baiknya oleh guru. Tanpa adanya pengelolaan kelas yang baik maka akan
mudah terjadi suatu penyelewengan tindakan atau prilaku belajar siswa didalam kelas.
Penyelewengan tersebut disebabkan oleh banyak hal , seperti kurangnya perhatian
dalam belajar, kurang suka terhadap lingkungan belajar, kurangnya ketegasan
dalam pelaksanaan disiplin, bosan, dan sebagainya.
Menurut
Zainal Aqib (2002:83) bahwa “Guru adalah pemimpin dan penanggung jawab utama di
kelasnya. Oleh karena itu yang terjadi di kelas dan
yang berkaitan dengan siswa secara langsung atau tidak langsung menjadi
tanggung jawab guru kelas”.
Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, aman dan nyaman. Mulyasa (2007:91)mengatakan bahwa “Pengelolaan
kelas merupakan ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang
kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran”.
Sebagaimana di kemukakan oleh Zuldafrial (2009:14) bahwa “Dalam kegiatan
proses belajar mengajar di mana guru dapat menyampaikan materi atau bahan pelajaran dengan tenang dan
penuh semangat, bergairah serta sadar akan tanggung jawabnya perlu suasana
kelas yang harmonis “.
Pengelolaan kelas yang efektif merupakan syarat
mutlak bagi terciptanya proses belajar-mengajar yang efektif pula, sehingga siswa menjadi termotivasi untuk
belajar dengan baik dan mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan pendapat di atas, jelas betapa pentingnya pengelolaan kelas
guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas
pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan
memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses
pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola
kelas, sehingga tercipta suasana
kelas yang kondusif mulai dari awal hingga akhir pembelajaran.Dengan pengelolaan
kelas yang baik di harapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa , karena
motivasi merupakan hal yang sangat penting artinya dalam kegiatan belajar
mengajar.
Menurut Radd dan Brophy (Dalam David A. Jacobsen, dkk, 2009: 39) bahwa “Keteraturan dan keamanan
sangatlah penting untuk mendorong motivasi siswa. Pengelolaan kelas merupakan
landasan yang di bangun guru dalam menciptakan kelas yang bersemangat (motivated )”.
Motivasi belajar merupakan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada
kegiatan belajar, sehingga tujuan yang di kehendaki oleh subjek belajar itu
dapat tercapai. Zainal Aqib ( 2002 : 50 ) mengatakan “ Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam
diri seseorang yang di tandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk
mencapai tujuan “. Di pertegas oleh Sardiman A.M (2010:2) bahwa “ Interaksi
antara pengajar dengan warga belajar diharapkan merupakan proses motivasi.
Maksudnya , bagaimana dalam proses interaksi itu pihak pengajar mampu
memberikan dan mengembangkan motivasi serta reinforcement
kepada pihak warga belajar/siswa/subjek didik, agar dapat melakukan kegiatan
belajar secara optimal”.
Dalam kegiatan belajar mengajar, apabila ada seorang siswa, misalnya
tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan maka perlu di selidiki
sebab-sebabnya. Sebab- sebab itu biasanya bermacam- macam, mungkin ia tidak
senang, mungkin sakit, lapar atau ada problem pribadi. Hal ini berarti pada
diri anak tidak terjadi perubahan energi, tidak terangsang afeksinya untuk melakukan sesuatu, karena
tidak memiliki tujuan atau kebutuhan belajar. Dalam keadaan semacam ini perlu
dilakukan suatu usaha yang dapat menemukan penyebabnya, kemudian mendorong
siswa itu untuk mau melakukan pekerjaan yag seharusnya di lakukan, yakni belajar.
Dengan kata lain, siswa perlu di berikan rangsangan agar tumbuh motivasi pada
dirinya. Sardiman A. M ( 2003:75 ) mengatakan “ Peranan motivasi yang khas
adalah dalam hal penumbuhan gairah,
merasa senang dan semangat untuk belajar “.
Hasil
belajar akan optimal kalau guru selalu
memberikan motivasi yang baik kepada
siswa. Berkaitan dengan hal ini, maka kegagalan belajar siswa atau kurang
bersemangatnya siswa dalam belajar jangan begitu saja mempersalahkan pihak
siswa, sebab mungkin saja guru tidak berhasil dalam memberikan motivasi yang
mampu membangkitkan semangat dan gairah siswa untuk berbuat atau belajar. Jadi dalam hal ini bagaimana tugas
guru bisa mendorong para siswa agar pada dirinya tumbuh motivasi belajar yang
lebih baik, dengan cara guru melaksanakan pengelolaan kelas yang baik .
Guru yang melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik dan menyadari tanggung jawabnya tidak hanya
sekedar mengajar saja,sudah barang tentu para siswa yang di ajarnya akan lebih
bersemangat dan menyenangi pelajaran yang di sampaikan oleh guru tersebut.
Namun
kenyataan yang ada di lapangan justru
berbeda dengan harapan di atas. Hal tersebut dapat dilihat dengan masih adanya siswa yang tidak bersemangat di dalam
mengikuti proses pembelajaran Bahasa Arab di dalam kelas dan masih banyak siswa
yang memperoleh nilai yang kurang memuaskan dalam mata pelajaran tersebut.
Oleh sebab
itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang upaya guru dalam pelaksanaan pengelolaan
kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDIT Al-Mumtaz
Pontianak. Adapun dasar pemikiran penelitian dilaksanakan di SDIT Al-Mumtaz
Pontianak adalah :
1. SDIT Al-Mumtaz Pontianak merupakan salah
satu sekolah favorit yang di minati masyarakat.
2. Kualitas lulusan siswa SDIT Al-Mumtaz
sangat baik dibandingkan beberapa sekolah yang ada di wilayah Pontianak Kota,
baik dari nilai akademik maupun dari prilaku siswanya.
3. Adanya integrasi antara kurikulum Pendidikan
Nasional dengan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT ) serta program
sekolah sendiri, yang semakin memperkaya kualitas pendidikan di sekolah
tersebut.
4.
SDIT
Al-Mumtaz adalah sebuah sekolah Dasar Islam Terpadu yang menerapkan kurikulum pengajaran
umum maupun program agama di sekolah. Dengan konsep belajar Full Day School (Belajar dari pukul 07.00 -14.30
WIB ) yang memungkinkan siswa
belajar dalam waktu yang cukup lama
di dalam kelas.
Dua
alasan penelitian ini lebih di fokuskan pada mata pelajaran Bahasa Arab karena
berdasarkan hasil prasurvey peneliti
terhadap walikelas VA dan V B SDIT
Al-Mumtaz Pontianak (tanggal 19 April dan 21 April 2011) di peroleh informasi
,bahwa sebagian besar siswa kelas V A dan V B masih kurang memiliki motivasi
belajar, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Arab. Informasi ini didukung
dengan melihat hasil belajar Bahasa Arab siswa yang sebagian besar belum
memuaskan atau masih di bawah rata- rata dibandingkan dengan hasil belajar mata
pelajaran lainnya serta sesuai dengan salah satu misi sekolah yaitu
mengharapkan para siswa dapat berbicara menggunakan Bahasa Arab secara aktif
dan pasif di dalam lingkungan sekolah.
B. Masalah Penelitian
Masalah umum dalam
penelitian ini adalah “ Bagaimana upaya
guru dalam melaksanakan pengelolaan kelas untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak “.
Sedangkan
sub masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apa saja kegiatan yang di lakukan
guru dalam pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak ?
2. Apa upaya guru dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa Kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak
?
3. Apa saja faktor pendukung dalam
pelaksanaan pengelolaan kelas pada siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak
?
4. Apa hambatan yang di hadapi guru
dalam pelaksanaan pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak
?
5. Apa saja upaya yang di lakukan
guru dalam mengatasi hambatan pada
Pelaksanaan
pengelolaan kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz
Pontianak ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian pada masalah dan
sub masalah di atas, maka tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk
mendapatkan informasi yang jelas dan objektif mengenai upaya guru dalam
pelaksanaan pengelolaan kelas dengan motivasi belajar siswa kelas V SDIT Al-
Mumtaz Pontianak.
Bertitik tolak dari masalah dan sub
masalah yang telah di rumuskan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan informasi yang jelas dan objektif mengenai :
1. Kegiatan
yang di lakukan guru dalam pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak.
2. Kegiatan
yang di lakukan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V
SDIT Al- Mumtaz Pontianak.
3. Faktor
pendukung dalam pelaksanaan pengelolaan kelas pada siswa Kelas V SDIT Al-
Mumtaz Pontianak.
4. Hambatan
yang di hadapi guru dalam pelaksanaan pengelolaan kelas Kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak.
5. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan pada Pelaksanaan pengelolaan kelas
untuk meningkatkan motivasi belajar Siswa
kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak.
(Sri Esti Djiwandono, 2008:262)
D. Manfaat Penelitian
Data dan informasi yang di peroleh
dari hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat, khususnya untuk
guru atau wali kelas serta pihak sekolah di dalam melaksanakan proses belajar
mengajar, baik manfaat yang bersifat praktis maupun teoritis.
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan wawasan keilmuan bagi semua pihak yang terlibat
dalam proses belajar mengajar di sekolah, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan kelas yang efektif.
2. Manfaat
Praktis
a.
Bagi Siswa
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan motivasi bagi siswa untuk selalu aktif dalam proses belajar dan terlibat dalam pelaksanaan pengelolaan kelas
yang di lakukan oleh guru, guna mencapai hasil belajar yang lebih
baik.
b.
Bagi Guru
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi masukan dan menambah wawasan buat guru tentang tujuan dan cara pelaksanaan
pengelolaan kelas yang efektif di dalam kelas serta dapat mengaplikasikan pengelolaan kelas tersebut .
c.
Bagi Kepala
Sekolah
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberi masukan buat Kepala Sekolah dalam
rangka pembuatan kebijakan maupun penyediaan fasilitas sekolah yang harus di persiapkan yang menjadi faktor
pendukung bagi guru dalam menjalankan tugasnya yaitu mengajar dan melaksanakan pengelolaan
kelas .
d.
Bagi
Orangtua
Diharapkan dapat membantu pihak
sekolah untuk memotivasi dan melakukan
pembinaan terhadap putra-putrinya di rumah untuk belajar lebih baik.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Guna
menjaga penelitian agar tetap terfokus pada masalah yang menjadi pengamatan
dalam penelitian, maka perlu di perjelas dan dipertegas lingkup penelitian yang
meliputi variabel- variabel dan definisi operasional , sebagai berikut :
1. Variabel penelitian
Variabel
dapat di artikan sebagai suatu konsep yang memiliki nilai ganda atau dengan
kata lain suatu faktor yang di ukur akan menghasilkan skor bervariasi dan
merupakan gejala yang menjadi objek penelitian.
Arikunto (2002:96) mengemukakan bahwa
“ Variabel adalah objek penelitian atau apa saja yang menjadi perhatian pengamatan
dalam suatu penelitian“. Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (2002:72)
menyatakan bahwa “Variabel adalah
segala sesuatu yang akan menjadi objek pengalaman penelitian”.
Berdasarkan kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa variabel adalah gejala-
gejala atau objek yang bervariasi yang menjadi pengamatan dan sasaran dalam
suatu penelitian.
Dalam penelitian ini hanya ada satu
variabel penelitian, yaitu Upaya guru dalam pelaksanaan pengelolaan kelas untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak, dengan
aspek- aspek sebagai berikut :
a) Kegiatan
yang di lakukan guru dalam
pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz Pontianak, dengan indikator :
1) Pengaturan tempat duduk siswa di dalam
kelas.
2) Penataan keindahan dan kebersihan kelas.
3) Mengembangkan pengorganisasian kelas yang
menarik dan nyaman bagi siswa.
4) Memberikan tugas-tugas belajar kepada
siswa sesuai dengan batas- batas kemampuannya.
5) Memberikan penguatan (Reinforcement) terhadap tugas yang dikerjakan oleh siswa.
b) Upaya
guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz
Pontianak, dengan indikator :
1) Menjelaskan tujuan belajar kepada siswa.
2) Mengadakan persaingan atau kompetisi yang
sehat di antara siswa.
3) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
4) Membantu kesulitan belajar siswa.
5) Menggunakan metode pembelajaran yang baik
dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c) Faktor
pendukung dalam pelaksanaan pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al- Mumtaz
Pontianak, dengan indikator :
1) Waktu atau jam pelaksanaan pembelajaran
yang tepat.
2) Menciptakan suasanan belajar yang hangat,
bersahabat, mempunyai perasaan humor dan terhindar dari celaan atau makian.
3) Memberikan sasaran antara, seperti kuis,
ulangan harian dan ulangan semester.
4) Menciptakan perasaan yang saling
menyenangi antara siswa di kelas maupun antar guru dengan siswa.
5) Fasilitas belajar yang cukup.
d) Hambatan
yang di hadapi guru dalam pelaksanaan pengelolaan kelas siswa kelas V SDIT Al-
Mumtaz Pontianak, dengan indikator:
1) Keterbatasan pemahaman guru tentang tujuan
dan cara pengelolaan kelas yang efektif.
2) Kurangnya usaha guru dalam memahami
karakter dan latar belakang siswa.
3) Kepribadian guru yang kurang menyenangkan
dan tidak bersikap hangat terhadap siswa.
4) Tipe kepemimpinan guru yang otoriter dan
tidak bersikap demokratis terhadap siswa.
5) Format pembelajaran yang monoton dan
menimbulkan kebosanan bagi siswa.
6) Kurangnya pemahaman siswa tentang hak dan
kewajibannya sebagai anggota kelas.
7) Kondisi fisik siswa yang kurang sehat
sewaktu pembelajaran berlangsung.
8) Kondisi interaksi antara siswa dengan
siswa maupun antara siswa dengan guru.
9) Terlalu banyaknya atau terlalu sedikitnya
jumlah siswa dalam suatu kelas.
10) Ukuran ruang kelas tidak sebanding dengan
jumlah siswa di dalam kelas.
11) Kurangnya jumlah buku dan alat pengajaran
lainnya yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang membutuhkan.
12) Sikap otoriter orangtua kepada anak yang
berdampak pada timbulnya tingkah laku siswa yang agresif dan apatis.
13) Kurangnya perhatian orangtua terhadap anak
di rumah.
14) Adanya kebiasaan-kebiasaan yang kurang
baik di dalam lingkungan keluarga yang menyebabkan siswa menjadi tidak disiplin
di kelas.
e) Upaya yang dilakukan oleh guru dalam
mengatasi hambatan pada pelaksanaan pengelolaan kelas, dengan indikator :
1) Guru memperhatikan tipe kepemimpinan,
sikap, suara dan pembinaan report.
2) Guru mengupayakan situasi dan kondisi
pembelajaran yang optimal.
3) Menegakkan disiplin dan tata tertib kelas
agar semua kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
4) Bila terdapat siswa yang melakukan
tindakan mengganggu kelas guru melakukan tindakan bukan ceramah.
5) Guru menyatakan peraturan di dalam kelas
serta konsekuensinya terhadap siswa yang tidak mentaati peraturan tersebut.
6) Guru memberikan penguatan verbal (seperti
kata-kata : Baik, Bagus, Hebat) terhadap siswa yang melaksanakan pembelajaran
dengan baik.
7) Guru memberikan penguatan dalam bentuk
kegiatan (seperti kegiatan :diberi waktu istirahat lebih) kepada siswa yang
mengerjakan tugas dengan baik.
8) Guru menerangkan pelajaran kepada siswa
secara jelas dan mendalam.
9) Guru memberikan perhatian yang cukup
terhadap siswa pada saat proses pembelajaran.
10) Guru membentuk kelompok belajar siswa di
dalam kelas berdasarkan tempat tinggal, kemampuan siswa dalam belajar dan
sifat-sifat lain yang dimiliki oleh siswa.
2. Defenisi Operasional
Untuk memperjelas variabel dan aspek-aspeknya yang
akan diteliti atau yang akan
menjadi fokus penelitian, berikut ini akan dijelaskan defenisi operasionalnya, yaitu :
a. Upaya guru adalah suatu usaha atau ikhtiar
yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suatu kondisi dengan suatu tujuan
tertentu.
b. Pengelolaan kelas adalah upaya
menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang optimal bagi berlangsungnya
proses belajar mengajar dengan mendayagunakan kelas yang terdiri dari guru,
murid, dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan.
c. Upaya
guru dalam pelaksanaan pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang di lakukan oleh
guru khususnya guru Bahasa Arab
untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang optimal bagi
berlangsungnya proses belajar mengajar dengan mendayagunakan kelas yang terdiri dari guru, siswa dan fasilitas
secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
d. Kegiatan
yang di lakukan guru dalam pengelolaan kelas adalah kegiatan yang di lakukan oleh guru Bahasa Arab untuk mengembangkan
tingkah laku siswa yang diinginkan, mengulang atau meniadakan tingkah laku yang
tidak diinginkan melalui beberapa
bentuk kegiatan di dalam kelas, seperti pengaturan tempat duduk siswa di dalam
kelas, penataan keindahan dan kebersihan kelas, mengembangkan pengorganisasian
kelas yang menarik dan nyaman bagi siswa, dan sebagainya.
e. Upaya
guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah usaha yang di lakukan
oleh guru Bahasa Arab untuk memberikan dorongan baik internal maupun
eksternal pada para siswa
yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku dengan beberapa
indikator dan unsur yang mendukung melalui pelaksanaan pengelolaan kelas, seperti menjelaskan tujuan belajar
kepada siswa, mengadakan kompetisi sehat di antara siswa, membentuk kebiasaan
belajar yang baik ,dan sebagainya.
f.
Faktor pendukung dalam pelaksanaan pengelolaan
kelas adalah
berbagai faktor yang dapat mendukung
terlaksananya pengelolaan kelas dengan optimal , baik faktor internal siswa
maupun eksternal siswa, seperti waktu atau jam
pelaksanaan pembelajaran yang tepat, menciptakan suasana belajar yang hangat
dan bersahabat, memberikan sasaran antara, dan sebagainya.
g.
Hambatan yang di hadapi guru dalam pelaksanaan
pengelolaan kelas adalah kendala-kendala yang di hadapi guru dan menjadi penghambat terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien, baik kendala yang bersifat internal yang berasal
dari diri guru sendiri maupun kendala eksternal yang berasala dari siswa,
sekolah dan orangtua atau keluarga, seperti keterbatasan pemahaman guru tentang
tujuan dan cara pengelolaan kelas, kepribadian guru yang kurang menyenangkan,
kondisi fisik siswa yang kurang sehat sewaktu pembelajaran berlangsung, ukuran
ruang kelas yang tidak sebanding dengan jumlah siswa di dalam kelas, kurangnya
perhatian orangtua terhadap anak di rumah, dan sebagainya.
h.
Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi
hambatan pada pelaksanaan pengelolaan kelas adalah usaha-usaha yang di lakukan oleh
guru Bahasa Arab dalam mengatasi
hambatan atau kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pengelolaan
kelas, seperti guru memberikan penguatan verbal kepada siswa, guru
memperhatikan tipe kepemimpinannya dikelas, sikap, suara serta pembinaan
report, dan sebagainya.