Minggu, 03 Desember 2017

LAYANAN PEMBELAJARAN DENGAN TEKNIK COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap orang berusaha untuk mengembangkan diri agar lebih sukses menjalani berbagai proses kehidupan. Agar sukses dalam hidup manusia perlu belajar dari dini, belajar bisa terjadi dimana saja. Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah atau di kampus, di laboratorium, dan di pabrik.
Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan. Guru juga harus bisa mengelola kelas nya dengan baik sehingga menimbulkan minat belajar siswa dengan apa yang disampaikan oleh guru tersebut.
Aspek-aspek dalam proses pendidikan adalah aspek perilaku yang terkait dengan proses belajar mengajar. Siswa sebagai pelajar harus mampu mengenal proses dan hasil yang terjadi dalam dirinya serta memiliki pribadi yang mandiri, siswa yang efektif adalah pelajar yang produktif dan sebagai anggota masyrakat yang baik. Guru sebagai pembimbing harus mampu mengenal dan memahami setiap siswa.
1
Guru juga sebagai pengelola kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek peserta didik, orang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pula yang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul, maka dengan beberapa pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.
Untuk mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran, para guru juga bisa menggunakan model-model pembelajaran dan yang dipandang dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. Model dirancang untuk mewakili realitas sesungguhnya, walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia sebenarnya. Riyanto (Tukiran Taniredja, 2013:1) “Model pembelajaran adalah seperangkat komponen yang telah di kombinasikan secara optimal untuk kualitas pembelajaran”.
Sejalan dengan pendapat di atas, “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran “ (Trianto, 2010: 51).
Tujuan yang ingin dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran di sekolah adalah memperoleh nilai yang baik dari usaha yang telah dilakukannya selama menjalani proses pembelajaran tesebut. Nilai yang baik ini akan diperoleh jika siswa tersebut dapat belajar dengan penuh konsentrasi dan tidak banyak mengalami kesulitan-kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang diinginkan dibutuhkan minat belajar dalam mengikuti setiap pembelajaran yang ada disekolah tersebut.
Pembelajaran, berbagai masalah sering dialami oleh guru salah satu nya adalah minat belajar siswa yang rendah. Dengan menggunakan Layanan pembelajaran  untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.
Dewa Ketut Sukardi (2008:62) ”Layanan pembelajaran yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainya, sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian”.

Berkenaan dengan itu Hibana S. Rahman (2003: 41) mengatakan bahwa bimbingan belajar adalah: “Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik, dengan mengembangkan rasa ingin tahu dan menumbuhkan motivasi, untuk mengembangkan keterampilan sesuia dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki”. Dari pendapat diatas bahwa layanan pembelajaran sangat penting untuk di laksanakan di sekolah sehingga layanan pembelajaran ini dapat untuk meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu untuk meningkatkan minat belajar siswa, guru juga dapat menggunakan teknik pembelajaran atau model pembelajaran cooperative script..
Teknik  cooperative script merupakan teknik pembelajaran yang mengembangkan upaya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Pada metode pembelajaran cooperative script siswa akan dipasangkan dengan temannya dan akan berperan sebagai pembicara dan pendengar. Pembicara membuat kesimpulan dari materi yang akan disampaikan kepada pendengar dan pendengar akan menyimak, mengoreksi, menunjukkan ide-ide pokok. Dengan demikian siswa akan tertarik dan berminat dalam mengikuti proses pembelajaran yang akan diberikan oleh guru.
Minat memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Bila siswa telah berminat terhadap kegiatan belajar mengajar, maka hampir dapat dipastikan proses belajar mengajar akan belajar dengan baik. Dengan demikian, maka tahap-tahap awal suatu proses belajar mengajar hendaknya dimulai dengan usaha membangkitkan minat. Minat harus senantiasa dijaga selama proses belajar mengajar berlangsung. Karena minat itu mudah sekali berkurang atau hilang selama proses belajar mengajar.
Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.
Kenyataannya yang terjadi dilapangan berdasarkan pra penelitian di sekolah dan ketika masa Prektek Pengalaman Lapangan ( PPL ) di sekolah SMA N 01 Teluk Batang Kab Kayong Utara masih banyak ditemukan siswa kurang berminat dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling adalah memberikan layanan pembelajaran dengan menggunakan teknik pembelajaran cooperative script, yaitu suatu bantuan kepada siswa yang memiliki kurangnya minat dalam mengikuti proses pembelajaran agar dapat meningkatkan minat belajar nya secara optimal. Oleh karena itu, berdasarkan kondisi tersebut merupakan salah satu alasan peneliti ingin mengadakan penelitian berjudul “Layanan Pembelajran Dengan Teknik Cooperatvi Scrip Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara ”
B.     Masalah Penelitian
Masalah umum dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Layanan Pembelajaran Dengan Teknik Cooperative Script Untuk Miningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas Kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara ?
Adapun  sub masalah dalam penelitian ini  adalah :
1.         Bagaimanakah gambaran umum minat belajar siswa sebelum diberikan layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara?
2.         Bagaimanakah pelaksanaan layanan pembelajaran dengan  teknik cooperative script untuk meningkatkan minat belajat pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara?
3.         Bagaimanakah peningkatan minat  belajar siswa sesudah diberikan layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara?
C.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script pada siswa kelas IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah memperoleh informasi secara abjektif tentang:
1.         Gambaran umum minat belajar siswa sebelum diberikan layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.
2.         Pelaksanaan layanan pembelajaran dengan  teknik cooperative script untuk meningkatkan minat belajat pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.
3.         Peningkatan minat  belajar siswa setelah diberikan layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.


D.    Manfaat Penelitian

1.    Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pengembangan teori Bimbingan dan konseling berkaitan dengan fungsi-fungsi Bimbingan dan Konseling yaitu pemahaman dan pengembangan khusus nya dalam miningkatkan minat belajar siswa melalui layanan pembelajaran.
2.    Manfaat Praktis, hasil penelitian ini dapat berguna bagi:
a.         Siswa, dapat miningkatkan minat belajar yang positif, dengan optimal sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.   
b.         Guru bimbingan dan konseling, untuk meningkatkan mutu setiap layanan yang disampaikan melalui peningkatan kenerjanya, dan menambah pengalaman bagi guru bimbingan dan konseling  untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga siswa dapat melaksanakan kewajibannya.
c.         Guru mata pelajaran, dapat meningkatkan kompetensi dalam menggunkan metode mengajar, serta dengan memahami potensi yang ada pada diri siswa sehingga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi.
d.         Kepala sekolah, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan kajian menentukan kebijakan sekolah,terutama dalam pelaksanaan pengajaran yang berkaitan dengan upaya meningkatkan minat belajar siswa melalui layanan pembelajaran.
e.         Peneliti, dengan adanya penelitian tindakan ini penulis dapat menerapkan ilmu yang diperleh selama diperkuliahan dan dapat menambah pengalaman serta masukan dan juga ilmu yang bermamfaat dalam pemecahan masalah dilapangan selain itu, penulis menyadari akan pentingnya pelaksanaan kegiatan layanan pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa.

E.     Ruang Lingkup Penelitian
1.    Fokus Penelitian
Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus penelitian adalah layanan pembelajaran dengan teknik cooperative script untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas XI IPS 2 SMA N 01 Teluk Batang, yang terdiri dari:
a.       Layanan Pembelajaran Dengan Teknik cooperative script
Cooperative Sctipt merupakan metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengintisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
1)        Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2)        Guru membagikan wacana.
3)        Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4)        Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin.
5)        Bertukar peran.
6)        Kesimpulan siswa bersama-sama guru.
7)        Penutup.
2.      Definisi Operasional

Divinisi oprasional adalah penjelasan terhadap istilah dalam fokus penelitian, semuanya itu dilakukan dalam upaya agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam istilah yang dimaksudkan, adapun divinisinya sebagai berikut:
a.       Layanan Pembelajaran Dengan Teknik Cooperative Sctipt
Cooperative Sctipt merupakan metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengintisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Adapu  langkah-langkah dalam pembelajaran cooperative skript menurut  Dansereau Cs ( Tukirin Taniredja dkk 2013:101) adalah sebagai berikut :
1)        Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2)        Guru membagikan wacana atau materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3)        Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4)        Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar, Menyimak /mengoreksi/menunjukan ide-ide pokok yang kurang lengkap. Membantu mengingat/menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atai dengan materi lainnya.
5)        Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
6)        Kesimpulan adalah guru dan siswa bersama – sama menyimpulkan hasil pelaksanaan.
7)        Penutup.
F.     Kerangka Konsep  dan hipotesis tindakan
1.    Kerangka Konsep
Layanan pembelajaran adalah layanan bimbingan yang diberikan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi yang baik sesuai dengan kecepatan dan kesulitan belajar. layanan pembelajaran juga bermanfaat bagi siswa dalam upaya pembinaan minat belajar, memberikan pemahaman tentang cara belajar yang baik, dan untuk meningkatkan prestasi belajar. Layanan pembelajaran yang diberikan pada siswa diarahkan untuk memberikan bantuan dalam mengembangkan minat belajar, yang harus ditingkatkan agar proses pembelajarannya berjalan secara optimal.
Layanan pembelajaran akan bermanfaat jika diberikan sesuia dengan kebutuhan siswa, oleh karena itu layanan pembelajaran memberikan langkah-langkah tertentu agar lebih terarah pada tujuan yaitu untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Layanan pembelajaran ini dilaksanakan dengan mengunkan teknik atau model pembelajaran cooperative script, sedangkan yang dimaksud dengan teknik pembelajaran cooperative script adalah suatu metode belajar dimana siswa berkerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengintiasarikan, bagian-bagian materi yang dipelajari. Minat belajar membentuk sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi pada setiap siswa. Oleh karena itu, minat belajar harus ditumbuhkan sendiri oleh masing-masing siswa. Pihak lainnya hanya memperkuat dan menumbuhkan minat atau untuk memilihara minat yang telah dimiliki seseorang.
Dalam hubungannya dengan belajar, minat merupakan salah satu unsur yang diperlukan dalam aktivitas belajar. Minat akan timbul jika memiliki harapan dan hasil yang diperoleh dari dalam aktivitas. Dengan adanya minat belajar yang timbul maka besar juga usaha untuk mepelajari pelajaran tersebut dan diharapkan memperoleh hasil yang baik. Salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah melalui layanan pembelajaran dengan teknik cooperative sript dalam layanan ini diberikan suatu pemberian bantuan kepada siswa dengan pemberian informasi akan pentingnya minat belajar. 

2.      Hipotesis Tindakan

Berdasarkan konsep yang diuraikan diatas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “Layanan Pembelajaran Dengan Teknik Cooperative Script  dapat Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas XI IPS 2  SMA N 01 Teluk Batang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar