|
|
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sekolah bagi siswa
merupakan suatu tempat yang menyenangkan karena disamping sebagai tempat
menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai yang dijunjung tinggi
serta dihormati juga sebagai tempat sosialisasi. Perkembangan bangsa sangat
memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Usaha untuk mencapai sumber
daya yang berkualitas tersebut dapat ditempuh melalui pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang
RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 3
disebutkan bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
|
1
|
Pemberian bantuan
kepada siswa seperti itu hendaknya tepat, dalam arti bimbingan yang diberikan kiranya
memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dari guru Bimbingan dan Konseling. Pemberian
layanan bimbingan secara langsung dengan cara tatap muka ini disebut bimbingan
pribadi. Dewa Ketut Sukardi (2008:53)
menyatakan bahwa: “Bimbingan
pribadi adalah bimbingan yang membantu siswa menemukan dan mengembangkan
pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan
mandiri serta sehat jasmani dan rohani”.
Secara umum bahwa bimbingan pribadi dilaksanakan dengan tujuan agar siswa mendapatkan bantuan secara maksimal untuk
mengatasi masalah yang menyangkut masalah pribadinya.Bimbingan
merupakan usaha untuk mencapai kebahagiaan hidup pribadi, kehidupan yang
efektif dan produktif dalam masyarakat dan keharmonisan dalam cita-cita
individu dengan kemampuan yang dimilikinya.
Prayitno dan Erman (1999: 112) menegaskan bahwa : “untuk membantu
individu membuat pilihan-pilihan, penyesuaian-penyesuaian dan
interpretasi-interpretasi dalam hubungannya dengan situasi-situasi tertentu,maka
perlu diberikan bimbingan”.Dewa Ketut
Sukardi (2002:128) menyatakan bahwa : “Bimbingan
pribadi diarahkan kepada setiap individu yang sedang mengalami situasi yang
menyulitkan sehingga dengan pemberian bimbingan ini individu tersebut mampu
keluar dari masalah yang sedang dihadapi”.
Syamsul Yusuf dan Achmad
Juntika Nurihsan (2010:11) Bimbingan pribadi diarahkan untuk memantapkan
kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani
masalah-masalah dirinya.Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada
pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik
pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh individu.
Pemberian bimbingan pribadi maka guru Bimbingan dan Konseling harus menggunkan
metode yang tepat. Metode
yang berorientasi pada pendekatan pribadi merupakan metode-metode yang sesuai
dengan pelaksanaan bimbingan pribadi. Metode yang dimaksud antara lain : metode
pendekatan pribadi, metode pendekatan kasus, metode home visit Ridwan (2004: 112).
Materi
yang dapat digunakan untuk memberikan bimbingan pribadi adalah materi yang
sesuai dengan kebutuhan
yang sedang dialami masing-masing
siswa.
Artinya bahwa setiap siswa akan mendaptakan materi yang berbeda-beda, dan hal
tersebut harus diselaraskan dengan masalah yang dihadapi siswa. Winkel (2004:228)
menegaskan bahwa : “dalam pemberian bimbingan pribadi dengan pokok masalah yang
sedang dialami klien”.
Harus diakui bahwa dalam memberikan bimbingan pribadi
kepada setiap siswa yang sedang mengalami masalah, akan senantiasa menghadapi
hambatan. Sekecil apapun upaya pemberian bimbingan pribadi kepada para siswa
yang sedang mengalami masalah
harus segera diatasi,termasuklah masalah konsep diri bimbingan pribadi dapat diberikan kepada siswa dalam rangka membentuk konsep diri
secara tetap pada masing-masing siswa. Sofyan Willis (2004:186) menegaskan
bahwa: “konsep diri setiap siswa terhadap apa yang sedang dipelajari akan
bersinergi terhadap proses pembelajaran yang telah tersentuh oleh bimbingan
pribadi.
William H. Fitts (dalam HendriatiA gustiani, 2006:139) mengemukakan bahwa konsep diri merupakan
aspek penting dalam diri seseorang, karena konsep diri seseorang merupakan
kerangka acuan (frame of reference)
dalam berinteraksi dengan lingkungan. Konsep
diri merupakan gambaran yang dimiliki
seseorang tentang dirinya, yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang
diperoleh dari interaksi dengan lingkungan. Konsep
diri bukan merupakan faktor bawaan, melainkan berkembang dari pengalaman yang
terus menerus dan terdiferensiasi. Dengan
demikian konsep diri merupakan sesuatu yang harus dipertahankan keberadaannya
pada masing-masing siswa, karena konsep diri merupakan kematangan pribadi
seseorang. Bimbingan pribadi
ini dilakasanakan diberbagai sekolah SMA, SMK, SMP, SD dan salah satunya dilaksanakan
di SMP Negeri 2 Ngabang.
Berdasarkan pra survei ditemukan masih ada siswa yang
menampakkan gejala-gejala
konsep diri yang negatif, seperti: kurang percaya diri, menganggap dirinya
kurang baik, menganggap dirinya tidak berguna, anak yang egois, mau menang
sendiri, tidak ada toleransi, suka ingin dipuji kawan. Alasannya pada saat PPL
ditemukan gejala-gejala emosional tersebut dari fakta inilah yang mendorong
saya karena itu saya melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Ngabang.
Berdasarkan kenyataan tersebut peneliti
tertarik untuk mempelajari pelaksanaan bimbingan pribadi di sekolah tersebut
peneliti ingin hambatan-hambatan apa saja yang dialami dalam menyelenggaraan
dan berdasarkan kondisi itu maka peneliti mengangkat judul penelitian:
“Analisis Pelaksanaan Bimbingan Pribadi Oleh Guru Bimbingan dan Konseling Untuk
Mengembangkan
Konsep Diri Pada Siswa
Kelas VIII SMP
Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak”.
B.
Masalah Penelitian
Masalah umum dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah
pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas
VIII SMP Negeri 2
Ngabang Kabupaten Landak? Masalah umum tersebut dirumuskan kedalam sub masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah
jenis layanan yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan pribadi oleh
guru pembimbing untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak ?
2. Bagaimanakah
bentuk kegiatan bimbingan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Ngabang Kabupaten Landak ?
3. Bagaimanakah metode yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan
pribadi oleh guru bimbingan dan
konseling untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak?
4. Bagaimanakah
materi yang disampaikan dalam pelaksanan bimbingan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak ?
5. Bagaimanakah media yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan
pribadi oleh guru bimbingan dan
konseling untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak ?
6. Bagaimanakah hambatan pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak ?
7. Upaya mengatasi hambatan bimbingan pribadi oleh
guru bimbingan dan konseling
untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak ?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian
ini adalah untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya tentang
pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengembangkan konsep diri pada
siswa SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak. Tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu untuk
mengetahui :
1. Jenis layanan yang digunakan bimbingan pribadi oleh
guru Bimbingan dan Konseling
untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri
2 Ngabang Kabupaten Landak
2. Bentuk
kegiatan bimbingan pribadi oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan konsep diri pada
siswa kelas VIII
SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak
3. Metode
yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak
4. Materi
yang disampaikan dalam pelaksanan bimbingan pribadi oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak
5. Media
yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru Bimbingan dan konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak
6. Hambatan pelaksanaan bimbingan pribadi oleh
guru Bimbingan dan Konseling
untuk mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang
Kabupaten Landak
7.
Upaya
mengatasi hambatan pelaksanaan bimbingan pribadi oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk
mengembangkan konsep diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngabang Kabupaten Landak
D.
Manfaat
Penelitian
Manfaat
yang diharapkan dalam penelitian ini: memberikan manfaat, baik yang bersifat
teoritis maupun praktis bagi bagi pengembangan konsep diri serta mendatangkan pengaruh positif bagi sekolah secara
keseluruhan. Demikian penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu manfaat
sebagai berikut:
1. Manfaat
Teoritis
Hasil
penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan bagi pengembangan teori
bimbingan dan konseling khususnya berkaitan bidang bimbingan dalam bimbingan dan
konseling yaitu bimbingan pribadi untuk mengembangkan konsep diri siswa.Sehingga pada akhirnya dapat
meningkatkan kepribadian siswa secara utuh yang memberikan pengaruh dalam hal
pencegahan kenakalan, pemahaman, perbaikan, pemeliharaan dalam melaksanakan
kegiatan belajar di sekolah.
2. Manfaat
Praktis Bagi :
a. Siswa
Hasil
penelitian diharapkan dijadikan acuan atau masukan dalam pengembangan konsep
diri positif siswa.
b.
Guru Bimbingan dan Konseling
1.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai
bahan masukan oleh guru bimbingan
dan konseling dalam pemberian bimbingan
pribadi yang selalu berkembang sesuai dengan konsep diri siswa.
2.
Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan
sebagai pendorong bagi guru
bimbingan dan konseling untuk merancang program bimbingan pribadi secara
baik dan benar.
3.
Hasil penelitian ini selain sebagai feed back juga berfungsi sebagai alat
kontrol bagi guru bimbingan dan
konseling dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling bidang
pribadi serta sebagai pemberi pengalaman yang sangat berharga dalam menangani
permasalahan yang berkaitan dengan pemberian layanan bimbingan pribadi.
c.
Guru Mata Pelajaran
1.
Hasil penelitian ini dapat digunakan
sebagai tolok
ukur bagi keberhasilan dan ketidakberhasilan guru mata pelajaran dalam membantu
memberikan bimbingan pribadi kepada setiap siswa yang mengalami masalah,
khususnya masalah yang berkenaan dengan pengembangan konsep diri.
2.
Hasil penelitian juga dapat bermanfaat
bagi guru mata pelajaran sebagai upaya memperbaiki kinerjanya secara objektif.
d.
Kepala
Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan memberi masukan dan
evaluasi bagi kepala sekolah dalam rangka menjalankan kepemimpinan dan
pembinaan dalam proses bimbingan dan konseling di sekolah
yang dipimpin.
e.
Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah
pengetahuan dan wawasan peneliti dalam bidang bimbingan dan konseling serta
menjadi masukan bagi peneliti yang sejenis.
E.
Ruang
Lingkup Penelitian
1.
Variabel Penelitian
Variabel
penelitian merupakan gejala-gejala yang diteliti dari objek peneliti,
maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Jadi “Variabel penelitian pada dasarnya adalah
segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,kemudian ditarik
kesimpulannya” Sugiyono (2012:38).
Hatch dan Farhady (dalam Sugiyono, 2012:38) menyatakan bahwa: variabel adalah atribut
seseorang atau objek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang
lain atau satu objek dengan objek yang lain.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dalam penelitian yang dimaksud
dengan variabel adalah segala sesuatu yang menjadi objek dalam pengamatan ini.
Variabel
dalam penelitian ini adalah pelaksanaan
bimbingan
pribadi untuk mengembangkan konsep diri siswa, dengan aspek-aspek:
1. Langkah-langkah pelaksanaan bimbingan pribadi untuk
mengembangkan konsep diri siswa dengan indikator sebagai berikut:
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Evaluasi
2. Bentuk layanan pelaksanaan bimbingan pribadi untuk
mengembangkan konsep diri siswa dengan indikator:
a. Klasikal
b. Individu
3. Jenis layanan bimbingan pribadi untuk mengembangkan
konsep diri dengan indikator sebagai berikut:
a. Layanan Informasi
b. Orientasi
c. Penyesuaian konten
4. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan pribadi
untuk mengembangkan konsep diri dengan indikator sebagai berikut :
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
5. Materi yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan pribadi
untuk mengembangkan konsep diri dengan indikator sebagai berikut:
a. Pengertian konsep diri
b. Jenis-jenis konsep diri
c. Aspek-aspek konsep diri
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
e. Dimensi-dimensi dalam konsep diri
f.
Pentingnya
konsep diri
g. Cara mengembangkan konsep diri
6. Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan bimbingan
pribadi untuk mengembangkan konsep diri dengan indikator sebagai berikut:
a. Hambatan internal
b. Hambatan eksternal
7. Upaya yang dilakukan mengatasi hambatan pelaksaan
bimbingan pribadi untuk mengembangkan konsep diri adalah dengan indikator
sebagai berikut:
a. Mengatasi hambatan internal
b. Mengatasi hambatan eksternal
2.
Definisi Operasional
Ada penelitian perlu diberikan definisi
secara operasional agar terhindar dari adanya kesalahan penafsiran dalam memahami
makna yang terkandung dalam penelitian ini. Adapun istilah-istilah yang perlu
diberikan definisi secara operasional dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Langkah-langkah
kegiatan guru pembimbing dalam mengembangkan konsep diri siswa yaitu
tahap-tahap yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam pelaksanaan bimbingan
pribadi untuk mengembangkan konsep diri, langkah-langkah ini meliputi perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi.
b. Bentuk
bimbingan pribadi oleh guru pembimbing dalam mengembangkan konsep diri siswa dalam penelitian ini yaitu
aktivitas-aktivitas yang di lakukan oleh guru pembimbing dalam bimbingan
pribadi untuk mengembangkan konsep diri siswa, kegiatan ini meliputi: pertemuan
klasik, individual.
c. Metode
Bimbingan Pribadi
Metode bimbingan pribadi adalah tata cara
dan atau teknik-teknik yang ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan bimbingan
pribadi masing-masing siswa.
d. Materi bimbingan pribadi
Materi bimbingan pribadi adalah segala sesuatu yang
dijadikan bahan dalam pelaksanaan pemberian bimbingan pribadi, dan karena
masalahnya berbeda-beda.
e. Hambatan atau kendala bimbingan pribadi
Hambatan yang dimaksud adalah kendala-kendala yang
dihadapi oleh guru pembimbing dan konseling dalam pelaksanaan bimbingan pribadi
untuk mengembangkan konsep diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar